Sebelum mempelajari seni rupa, Anda harus paham dulu apakah seni tersebut termasuk seni rupa murni atau buatan. Hal ini karena perbedaan antara seni rupa murni dan terapan itu cukup signifikan. Jadi Anda bisa tahu harus fokus pada aliran yang mana.
Karena itu, jika Anda belum begitu memahami apa yang dimaksud dengan seni rupa murni dan terapan, pastikan untuk menyimak penjelasannya di sini hingga usai. Anda bisa mempelajari definisinya, ciri khasnya, dan contoh untuk keduanya di bawah ini!

Mengenal Seni Rupa Murni dan Fungsinya
Singkatnya, seni rupa murni adalah karya seni yang fungsinya hanya untuk estetika semata. Artis yang membuat karya seni ini biasanya lebih fokus mengekspresikan diri dan menyalurkan emosi tanpa punya tujuan lain. Tidak ada fungsi praktis selain indah dan memukau.
Ada banyak contoh seni rupa murni yang bisa Anda temukan di berbagai belahan dunia, salah satu yang paling populer adalah lukisan. Ketika punya lukisan, Anda hanya akan memajangnya di galeri seni, rumah, kantor, dan lain-lain dengan tujuan mempercantik ruangan.
Contoh lain yang tidak kalah populer adalah patung, grafiti, mural, dan desain grafis. Semuanya hanya berfungsi untuk menambah estetika saja, sekaligus wadah untuk para artis menyalurkan kreativitas mereka. Tidak ada yang memiliki fungsi praktikal.
Mengenal Seni Rupa Terapan dan Fungsinya
Sementara seni rupa terapan adalah karya seni yang punya fungsi praktikal di dalam kehidupan sehari-hari. Karyanya indah dan penuh nilai estetika, tapi fungsinya bukan hanya untuk dipajang saja. Anda juga bisa menggunakannya untuk menunjang ragam aktivitas.
Beberapa contoh seni rupa terapan yang umum Anda temui di kehidupan harian adalah arsitektur dan desain interior. Anda tidak hanya bisa menikmati keindahan di balik karya arsitektur saja, tapi Anda bisa membangunnya jadi gedung rumah, kantor, dan lain sebagainya.
Setelah bangunan jadi, Anda juga bisa menerapkan hasil karya seni desain interior untuk menghasilkan hunian yang lebih nyaman. Jika sudah selesai, Anda pun bisa memanfaatkan hasil karya tersebut secara praktikal dengan tinggal di rumah atau kantornya.
Selain seni arsitektur dan desain interior, Anda juga bisa menemukan seni rupa terapan di barang kerajinan tangan, alat rumah tangga, perabotan, pakaian, dan lain-lain. Karya-karya tersebut tidak hanya bisa Anda pajang, tapi juga bisa digunakan secara praktikal.
Perbedaan Seni Rupa Murni dan Terapan
Setelah tahu definisi dan fungsinya, Anda pasti sudah punya gambaran tentang perbedaan seni rupa murni dan terapan. Secara garis besar, ada beberapa hal yang membedakan kedua aliran seni tersebut, yaitu:
1. Fungsi Seni dan Tujuan Pemakaian
Seperti pada penjelasan di atas, seni rupa murni hanya berfungsi untuk tujuan estetika saja. Sementara fungsi seni rupa terapan lebih luas karena bersifat praktikal. Jadi selain punya nilai estetika tinggi, Anda harus bisa memakai hasil karyanya di kehidupan harian.
Jika hanya ingin membuat karya seni yang fokus pada keindahan dan berakar dari rasa suka, maka yang murni bisa jadi pilihan yang paling tepat. Namun jika Anda ingin membuat karya seni yang berguna secara praktikal, maka Anda bisa membuat karya seni terapan.
2. Tujuan Karir Profesional
Jika Anda ingin membuat karya seni sebagai tujuan karir profesional, maka tentukan dulu karir apa yang ingin Anda kejar. Hal ini karena seni rupa murni dan terapan punya dua arah karir yang berbeda, mengingat Anda akan mempelajari materi yang berbeda.
Jika Anda ingin menjadi seorang pelukis, desainer grafis, pengukir atau pembuat patung, artis mural, dan pembuat grafiti, maka bisa pelajari seni rupa murni. Sebab, semua hasil karya orang-orang di atas fokus pada ekspresi diri dan keindahan estetika.
Namun jika Anda ingin menjadi seorang arsitek, desainer interior, fashion designer, pembuat perabotan dari kayu, dan karir sejenis, maka Anda bisa belajar seni rupa terapan. Pasalnya, fokusnya bukan hanya pada fungsi estetika saja, tapi juga fungsi praktikal.




0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pandangan.
Tinggalkan Komentar
Komentar hanya dalam Bahasa Indonesia atau Inggris, tanpa link, dan tanpa kata yang melanggar hukum (asusila, judi, SARA). Email tidak dipublikasikan.