Lukisan abstrak memang terlihat indah, namun sayangnya tidak semua semua orang bisa membacanya. Maka dari itu, Anda harus belajar cara membaca lukisan abstrak dengan benar agar bisa menilai mana yang bernilai seni tinggi dan mana yang biasa saja.
Khusus untuk Anda yang belum tahu bagaimana cara memahami lukisan abstrak, maka Anda tidak perlu khawatir karena pembahasan lengkapnya ada di sini. Pembahasannya ramah pemula, sehingga Anda bisa memahaminya dengan lebih cepat dan mudah.

Mengenal Apa Itu Lukisan Abstrak
Sebagai seorang penikmat seni, Anda harus bisa memahami seni abstrak. Ciri khas seni ini adalah bentuknya yang tidak bisa dikenali, tidak menggambarkan hal nyata seperti manusia, hewan, alam, dan lain-lain. Fokusnya lebih ke emosi dan permainan warna.
Penting untuk Anda catat bahwa lukisan abstrak bukan berarti lukisan yang tidak punya makna. Setiap goresan pasti punya arti tersendiri. Tidak semua orang bisa membuatnya, mengingat Anda harus punya skill yang luar biasa dan menguasai teknik khusus.
Artinya, tidak semua coretan bisa disebut sebagai lukisan abstrak. Lukisan tersebut wajib memiliki value dan nilai seni tinggi untuk masuk ke dalam kategori ini. Value utamanya ada pada emosi di balik setiap goresannya. Estetika juga memiliki peran yang tidak kalah vital.
Ada beberapa contoh lukisan abstrak yang populer di dunia, seperti Convergence karya Jackson Pollock, Komposisi X karya Wassily Kandinsky, hingga Peinture (Étoile Bleue) karya Joan Miró. Salah satu pelukis Indonesia, Affandi, juga sering membuat lukisan abstrak.
Cara Membaca Lukisan Abstrak
Lalu kira-kira, bagaimana cara membaca lukisan abstrak dengan benar agar pesan pelukis sampai kepada Anda? Secara garis besar, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memahami seni abstrak di lukisan, yaitu:
1. Cek Komposisi Lukisan
Komponen pertama yang harus Anda perhatikan adalah komposisi lukisan. Pasalnya, lukisan abstrak simple pun pasti punya komposisi yang khas. Tidak ada komposisi yang tidak sengaja. Pelukis pasti punya maksud tertentu di balik setiap goresannya.
Ada pelukis dengan komposisi lukisan yang seimbang, namun tidak sedikit juga pelukis abstrak yang sengaja membuat komposisi yang tidak seimbang. Anda tidak perlu mencari bentuk nyata, karena memang tidak akan ada. Jadi fokus pada komposisi saja.
2. Perhatikan Emosi di Balik Setiap Goresan
Entah itu lukisan abstrak modern maupun versi lama, semuanya sama-sama lebih fokus pada emosi daripada bentuk nyata. Jadi, untuk memahaminya Anda perlu memerhatikan emosi di balik setiap goresan kanvas, apakah marah, sedih, dan sebagainya.
Salah satu cara untuk memahami emosi di balik lukisan adalah pemilihan warna. Jika warnanya merah, kemungkinan besar pelukis ingin menyampaikan kemarahan, gairah, atau semangat berapi-api. Tapi jika memakai warna biru, emosinya tenang dan sendu.
Contohnya, Joan Miró menggunakan warna primer dalam karyanya. Warna tersebut terlihat hidup, membuat suasana terasa ceria seperti mimpi. Sementara Kazimir Malevich membuat karya dengan warna hitam putih, sederhana tapi penuh ketelitian intelektual.
3. Perhatikan Tekstur Lukisan
Komponen lain pada lukisan yang harus Anda perhatikan adalah tekstur. Hal ini karena tekstur bisa memberikan gambaran tentang pesan yang ingin pelukis abstrak sampaikan. Cek apakah teksturnya kasar atau halus, karena bisa memberikan pesan yang berbeda.
Jika teksturnya kasar, kemungkinan besar pelukis ingin menunjukkan dinamika atau konflik pada lukisan. Sedangkan pada lukisan dengan tekstur halus, biasanya terkait dengan ketenangan. Anda bisa merasakan pesannya hanya dengan melihat teksturnya saja.
4. Pertimbangkan Konteks di Balik Lukisan
Pada dasarnya, cara membaca lukisan abstrak tidak selesai hanya dengan melihat lukisan tersebut saja. Anda juga harus memertimbangkan konteks di balik pembuatannya, bagaimana situasi politik, budaya, bahkan kehidupan pribadi sang pelukis.
Contohnya jika orang terdekat pelukis tersebut baru saja meninggal, pelukis bisa melukis abstrak untuk menggambarkan perasaan sendu, sedih, dan penyesalan karena sedang berkabung. Bisa juga marah karena kondisi politik yang tidak stabil di masa itu.
Penutup
Itulah cara membaca lukisan abstrak yang bisa Anda lakukan sebagai pemula, dari melihat komposisi, emosi, tekstur, hingga konteks di baliknya. Jika bisa membaca dan memahaminya, Anda bisa tahu mana yang bernilai tinggi dan mana yang biasa saja.




0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pandangan.
Tinggalkan Komentar
Komentar hanya dalam Bahasa Indonesia atau Inggris, tanpa link, dan tanpa kata yang melanggar hukum (asusila, judi, SARA). Email tidak dipublikasikan.